Proporsi Agung – PHI

November 19, 2009 at 8:24 pm (Proporsi Agung – PHI)

Allah memborbardir ummat Muhammad dengan angka 19. Dalam berbagai sisinya, kitab akhir jaman ini menjelaskan tentang sesuatu pemahaman baru mengenai “Sesungguhnya, kamilah yang menurunkan al Quran, dan Kami pulalah yang memelihara” (QS 15:9).

Tentu saja ada hal istimewa yang bisa kita temukan dari dalamnya. Berbeda dengan Phi, sebagai salah satu proporsi yang berkomposisi istimewa. Phi atau 1,618 ini makin dikenal sejalan dengan terbitnya buku Da Vinci Code. Berikut ini saya petikan dari beberapa sumber terjemahan, juga http://www.tabulas.com/~linda/ yang menurut saya cukup menarik :

Angka PHI (1,618) pada umumnya dianggap sebagai angka tercantik di dunia. Angka PHI dapat diperoleh dari deret fibonacci, dimana dalam deret fibonacci penjumlahan dari angka-angka yg berdekatan sama dengan bilangan sesudahnya. PHI sendiri merupakan hasil bagi dari angka-angka yang berdekatan yaitu mendekati angka 1.618 (PHI).

Para ilmuwan terdahulu menyebut bilangan 1.618 ini sebagai proporsi agung -bukan kombinasi agung seperti yg udah linda singgung sebelumnya-, karna angka ini merupakan dasar dari balok bangunan dalam alam. Keberadaan PHI ini tersebar di alam. Disebutkan dalam novel ini bahwa tumbuhan, hewan, dan manusia semua memiliki sifat dimensional yg melekat dengan kualitas keakuratan pada rasio PHI banding 1.

Contohnya pada hubungan antara lebah betina dan jantan dalam komunitas lebah madu. Jika kita bagi jumlah lebah betina dengan lebah jantan dalam setiap sarang maka akan mendapatkan hasil yg sama yaitu PHI.

Contoh lainnya yaitu pada kerang laut spiral (nautilus), rasio setap diameter spiral ke spiral berikutnya adalah PHI.

Biji bunga matahari tumbuh dengan melawan spiral. rasio dari setiap diameter rotasi ke rotasi berikutnya adalah PHI.

Leonardo Da Vinci merupakan orang pertama yg memperlihatkan bahwa tubuh manusia terbuat dari balok-balok bangunan yg rasio proporsionalnya selalu sama dengan PHI. Coba deh ukur jarak dari kepala sampai ke lantai. Kemudian bagi dengan jarak dari pusar ke lantai, maka akan didapat PHI.

Ukur jarak dari bahu sampai ke ujung jari, kemudian bagi dengan jarak dari siku anda ke ujung jari, akan didapat PHI.

Paha ke lantai, dibagi dengan lutut ke lantai PHI. Rujas jari, jemari kaki, divisi tulang belakang, PHI.

PHI juga dapat dilihat dari arsitektur Parthenon di Yunani, piramid2x Mesir, dan juga gedung PBB di New York.

PHI juga muncul dalam komposisi sonata-sonata Mozart, Fifth Symphony (Beethoven), Bartok, Debussy dan Schubert.

PHI juga digunakan oleh Stardivarius untuk menghitung penempatan yg tepat untuk lubang f dalam konstruksi biola-biolanya yg terkenal.

Tau Pentakel? atau yg biasa disebut Pentagram -biasanya merupakan perumpamaan bintang, digambar dengan cara menarik lima garis saling berpotongan-. Jika kita membuat pentakel, rasio dari segmen garis dalam pentakel semua sama dengan PHI.

Sekarang mari kita perhatikan gambar rekaman ECG (Electrocardiogram) berikut ini, denyut jantung normal seseorang mempunyai irama Phi, dengan titik T sebuah ECG jatuh pada titik Phi sebuah siklus ritmik jantung

PHI dalam novel ini dikatakan merupakan salah satu karya Da Vinci…

“Dari PHI ini terlihat bahwa segala sesuatu di bumi ini tidak diciptakan dengan sembarang”.

Sumber: Da Vinci Code (Dan Brown)
Is phi a mystical number as claimed in The Da Vinci Code?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: